Restore Point ?? Yup, seperti namanya, tool yang satu ini berfungsi untuk memberi check point di komputer Anda. Kita dapat mengembalikan data kita pada saat – saat tertentu dan kemudian mengembalikan data komputer kita seperti saat Restore Point itu dibuat. Tool yang satu ini memiliki banyak manfaat, tetapi mungkin hanya kita yang jarang menggunakannya atau tidak tahu guna dan manfaatnya. Karena tool restore point ini dapat mengembalikan data komputer seperti saat dibuatnya “check point” di Restore Point, maka jika kita membuat check point di saat sebelum virus berada di dalam komputer lalu kita terkena virus, kita hanya perlu me-restore (mengembalikan) keadaan komputer kita seperti di saat komputer kita belum terkena virus. Alhasil virus – virus itu pun ikut hilang alias  belum hinggap di komputer karena komputer hanya mengingat data – data  yang kita buat sebelum virus hinggap di komputer kita. Tetapi, karena tool ini bertugas untuk mengembalikan data  maupun program yang kita install maka saat kita merestore data, program-program yang kita telah install setelah membuat check point akan ikut hilang karena komputer kita hanya mengingat data – data sesaat sebelum dibuat check point. Jadi lebih baik kita memberi check point sesaat setelah kita menginstall suatu program. Jika kita merasa komputer kita masih baik – baik saja dan belum ada gangguan lebih baik langsung saja membuat check point di komputer kita.
Restore Point ini berfungsi pada partisi di sebuah komputer, artinya kita dapat memilih partisi apa saja yang kita ingin kembalikan ke keadaan semula. Misalkan saja kita hanya ingin memberi check point pada partisi C: (tempat program) saja atau partisi D: (data) saja maka kita hanya perlu mengaktifkan restore point pada partisi yang kita inginkan.
Saatnya kita mempraktikkan cara menggunakan menu ajaib yang satu ini.  Kali ini kita akan memberi check point pada komputer kita
Buka menu start kemudian pilih Control Panel.
Di menu control Panel, klik System and Security.

Pilih System

Lalu pilih System Protection

Setelah muncul jendela baru, kemudian kita atur bagian partisi mana yang perlu kita aktifkan restore pointnya dengan memilih partisi yang diinginkan kemudian klik Configure.

*sebaiknya cukup  hanya mengaktifkan restore point pada partisi C: (Program) dan menaruh  data–data penting yang terdapat di My Document ke partisi D : (Data) agar data penting kita  tidak ikut ter-restore.

Lalu aktifkan restore point, klik ok.

Saatnya kita akan membuat check point pada komputer kita. Klik Create lalu tuliskan nama check point, disini saya memberi nama “masih baik” setelah itu klik Create. Maka kita telah selesai membuat check point pada komputer kita.

Nahh.. jika komputer kita memiliki masalah – masalah tertentu atau terserang virus, maka kita hanya perlu mengembalikan keadaan komputer kita sesaat sebelum komputer kita bermasalah atau terserang virus. Jika ingin mengembalikan data kita sama seperti saat restore point dibuat, cukup mengkuti langkah 1 sampai 4 lalu pilih System Restore.

Kemudian pilih Choose a different restore point, next

Lalu pilih check point yang kita inginkan, jangan lupa untuk memperhatikan tanggal dibuatnya check point agar kita dapat menentukan waktu di mana kita ingin mengembalikan keadaan komputer.

Klik Next lalu Finish. Kemudian tunggu sampai proses pengembalian datanya selesai.

Bingo !! Komputer Anda telah kembali ke keadaan yang sama seperti saat check point dibuat

*sebaiknya cukup  hanya mengaktifkan restore point pada partisi C: (Program) dan menaruh  data–data penting yang terdapat di My Document ke partisi D : (Data) agar data penting kita  tidak ikut ter-restore.
Semoga bermanfaat🙂